Menghilangkan BT 26 Juni 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Banyaknya aktifitas yang kita kerjakan setiap hari bisa menjadikan kita stress, sebenarnya penyebab utama dari BT ato Stress kecil ini adalah ada beebrapa hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, contohnya akan pergi ke Mall dengan teman-teman tetapi tidak jadi karena hujan atau kendaraan yang akan kita pakai macet, hal ini bisa membuat kita BT atau stress, selain itu juga karena pembatalan sebuah janji oleh seseorang, yang mana pembatalan itu secara satu pihak, apa lagi pembatalan itu dikarenakan dia mendahulukan kepentingan orang lain, sedangkan kepentingan yang seharusnya diberikan kepada kita di nomor duakan, hal ini juga bisa membuat BT, hal ini gampang cara mengatasinya
1. Sementara hilangkan semua urusan yang ada di pikiran yang sedang kacau dengan mengalihkan perhatian, hal ini dapat dilakukan dengan mengambil air wudlu.
2. Apabial dengan wudlu tidak hilang bisa dilanjutkan dengan baca Qur’an plus artinya, walaupun hal lni dah sering kita baca tiap hari tapi apa salahnya kalo kita baca lagi pada saat kita lagi stress
3. Kalo masih belum hilang, coba dech mandi dan siram semua tubuh biar kepala agak dingin dan seger.
4. tips ke tiga belum bisa juga?, nah yang ini keluar aja cari makan-makanan yang kamu sukai, seperti bakso, soto, mie ayam, telor bakar, jadah bakar, getuk lindri atau makanan yang lain, hal ini dibenarkan oleh tim dokter, karena orang lagi stres atau BT memerlukan nutrisi makanan yang banyak, jadi apa salahnya kalo kita makan yang banyak juga untuk menyeimbangi pengeluaran yang ada.
5. Tips keempat lum mampu meredam BT? nah yang ini agak berat, coba alihkan apa aja yang mbuat kita BT dengan nyuci baju ato setrika baju, kalo baju dah disetrika semua bisa juga ngepel lantai rumah n ngrapiin rumah, nah setelah kelihatan rapi cukup membuat kita jadi fress, yang kelima ini lumayan ampuh, daripada diem seribu bahasa atau bungkam diri di kamar tidak ada gunanya lagi pula tenaga kita tidak terbuang dengan sia-sia hanya untuk memikirkan yang membuat kita BT. Tul nggak?!
Coba dech, ntar pas lagi BT bisa dipraktekkan
Karakter Manusia 24 Mei 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.Tags: psikologi
add a comment
Manusia adalah makhluk yang bebas dan memilih(ikhtiar), yang bisa mencari jalan nasibnya. Dari sisi lain, manusia ditentukan oleh garis keturunannya. Mereka katakan bahwa orang tua tidak hanya menurunkan sifat-sifat lahiriah pada si anak, namun juga bisa melahirkan karakter si anak yang mencakup sisi kebaikan dan keburukan. Apakah faktor genetik ini mempunyai pengaruh yang dominan membentuk karakter si anak , dan bagaimana pula hubungan dengan kebebasan manusia (ikhtiar) dalam membangun karakternya?
Dan yang terpenting yang dibahas oleh para psikolog disini, adanya sebuah perubahan kepribadian (karakter), Cattel berkeyakinan, satu pertiga perubahan kepribadian dipengaruhi oleh faktor genetik dan dua pertiga yang lain dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Namun E. Fromm tidak menyakini bahwa karakter akan statis dimasa usia lima tahun, dan kenyataan selanjutnya bahwa karakter manusia bisa mengalami perubahan.
Namun kita katakan bahwa faktor genetik bukanlah sebuah faktor yang menghalangi pengaruh pendidikan. Oleh karenanya, kita tidak melihat dan tidak pula mendengar seorang ibu melarang anaknya untuk mendapatkan pendidikan atau pengajaran, dia akan mempermasalahkan terhadap apa yang diinginkan anaknya atas keberhasilan, bahwasannya pasti tidak akan tercapai, dikarenakan ia beranggapan bahwa si anak telah terwarisi sifat dan akhlaknya. Jadi, selain faktor genetik sebagai faktor yang berpengaruh, juga terdapat faktor lainnya yang sangat bekerja aktif pada diri manusia, diantara yang terpenting adalah: pendidikan, kondisi keluarga, masyarakat, ekonomi, budaya, makanan, udara, iklim dan sebagainya. Dari faktor-faktor tersebut dapat disingkat dengan sebuah kata, yaitu: lingkungan.
Tawakal itu Ibadah 22 Mei 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Setiap langkah dari kehidupan kita tentu tidaklah lepas dari pengawasan dan pengetahuan sang Maha Melihat dan Maha Mengetahui Allah subhanahu wa ta’ala.
“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al Mujaadilah: 7).
Amatlah pantas bagi kita dan seluruh manusia sebagai makhlukNya untuk senantiasa memohon, mengharap, serta bertawakkal padaNya, sebuah tanda konsekuensi ibadah dan bukti keimanan yang hakiki terhadapNya. Allah berfirman, “Dan bertawakallah kepada (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, yang melihat kamu ketika kamu berdiri dan melihat pula perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy Syu’ara: 217-219).
Allah juga berfirman, “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Al Maidah: 23). Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Ini menunjukkan akan lenyapnya iman ketika lenyapnya tawakkal, barangsiapa yang tidak memiliki tawakkal berarti ia tidak memiliki iman.” (Lihat Madaarijus Saalikin).
Pengertian Tawakkal
Tawakkal secara bahasa berarti penyerahan, dan di dalam “Mukhtaarush Shihaah” hal: 786, tawakkal ialah menampakkan kelemahan dan bersandar kepada yang lain. Sedangkan menurut istilah: bersandarnya hati dengan benar kepada Allah dalam mendatangkan kemanfaatan dan menolak kemudharatan dengan mengambil sebab yang diperbolehkan secara syari’at.” Imam Ahmad mengatakan, “Tawakkal adalah ibadah hati.” Bila demikian maka tentu tawakkal dalam diri manusia bertingkat-tingkat, dimana ia (tawakkal) akan menguat dalam diri seseorang sejalan dengan bertambahnya iman pada dirinya dan sebaliknya ia akan melemah dengan berkurangnya keimanan dalam dirinya. (lagi…)
Wanita Shalihah 22 Mei 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, mengalahkan tumpukan Emas, intan dan permata serta perhiasan dunia apapun. hanya wanita shalihlah yang mampu melahirkan generasi rabbani yang selalu siap memikul risalah Islamiyah menuju puncak kejayaan
Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”.(HR.Muslim).
Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran.
Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).
Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ia juga selalu menjaga akhlaknya.
Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasamalu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya. (lagi…)
Pentingnya Air Putih bagi Tubuh 22 Mei 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Sudah berapa gelas air putih hari ini yang kita minum?
Lho, memangnya kenapa?
Seberapa penting sih air putih bagi tubuh kita ini?
Hm.. kalau begitu kita cari tau yuk bagaimana prosesnya air putih yang sederhana bisa berubah menjadi begitu berharga?
Wah, ternyata sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.
Kurang Air, Bahaya Bagi Darah
Jika kita mengkonsumsi kurang dari 8 gelas per hari, efeknya secara keseluruhan memang tidak terasa. Tapi sebagai konsekuensi, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil sumber dari komponen tubuh sendiri. Di antaranya dari darah. Kekurangan air bagi darah amat berbahaya bagi tubuh. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa terganggu.
Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus, sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.
Itu pengaruh kurang air terhadap kerja darah dan ginjal. Lalu bagaimana dengan otak? Perjalanan darah yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel otak paling boros mengonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah. Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati. Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai kekurangan air!!!
10 Manfaat Air Putih
1. Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan kecantikan
Bila Ukhtiy kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.
Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh hares benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.
4. Untuk kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi (astagfirulloh!) harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…
5. Menyehatkan jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.
Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6. Sebagai obat stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.
Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7. Efek relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika Ukhtiy punya shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Oh ya, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.
8. Menguruskan badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.
9. Tubuh lebih bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Ukhtiy mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.
Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita
sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.
-berbagai sumber-
Ya Allah.. 22 Mei 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Ya Allah
ampuni jikalau kami menyia-nyiakan semua karuniaMu,
ampuni jikalau kami belum yakin kepadaMu
Ya Allah,
ampuni jikalau akal pikiran kami tidak kami gunakan dijalanMu,
ampuni kami jikalau kami telah menzholimi tubuh kami sendiri.
Ya Allah
berikan kepada kami hati yang selalu terpana dan terpesona kepadaMu,
keyakinan yang menghujam bahwa Engkaulah pengenggam segala-galanya.
Rabb.
Karuniakan kepada kami keyakinan yang tak pernah goyah terhadapmu,
keyakinan tatapan dariMu,
keyakinan akan kokohnya perlindunganMu,
keyakinan cepatnya pertolonganMu.
Ya Allah………….
Karuniakan kepada kami merasakan lezatnya ibadah,
nikmatnya beramal.
Rabb…………
cerdaskan akal pikiran kami,
tuntun agar kami dapat mengerti setiap langkah menuju kepadamu,
tuntun agar kami memahami setiap langkah yang membuat Engkau Ridho,
hanya Engkau yang mengetahui segala jalan.
Jadikan akal pikiran ini dapat melakukan yang terbaik yang membuat kami berbekal pulang kepadaMu.
Rabb……….
Sehatkan dan kuatkan jasad kami,
berikan kepada kami kekuatan dan keberanian untuk menegakkan yang hak dan memberantas yang bathil.
Hiasi kami dengan keindahan akhlak,
angkat derajat kami dengan kebeningan hati,
terbarkan rahmat dari diri-diri kami.
Golongkan kami menjadi orang yang Kau beri beri kesempatan untuk mempersembahkan yang terbaik
yang menjadi bekal kepulangan kami kepadaMu,
yang membawa manfaat bagi agama dan umat.
Allohumma inna nasaluka Imaanan kamila, wayakiinan sodiqo, waqolban khosyi’a Subhana robbika robbil ‘izzati amma yasifuun Wassalamun ‘alal mursalin Walhamdulillahi robbil ‘alamiin
Be A Teeneger Moslem 22 Mei 2009
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Seorang muslim yang baik adalah yang menjadikan islam sebagai jati dirinya. Sepertinya….. jarang sekali ya remaja yang tampil islami. Nngakunya beragama islam, tapi kok sepertinya malu menunjukan bahwa dia adalah seorang muslim. Hayoooo…. kira−kira kenapa ya??
1. Menganggap Islam Tidak Relevan dengan Zaman.
Hm,, kayaknya ini deh alasan pertama mengapa para remaja menjauhi islam. Katanya sih, islam itu kuno nggak ngikutin zaman. Benarkah? Bukankah islam itu rahmatan lil ‘alamin. Terus kenapa ya para remaja kok menilai islam itu kuno. Salah satu faktornya adalah kurangnya ilmu.
Sebenarnya ummat islam sendiri kenal nggak sih sama islam? Pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Gimana mau bangga jadi seorang muslim, kenal agamanya aja nggak. Padahal, islam itu agama yang indah lho…. penuh ketenangan, kedamaian dan keadilan. Lihat saja suri tauladannya, Muhammad Rasulullah saw tercinta. Ia bagaikan Al−Qur’an berjalan. Kemuliaan akhlak membuat ia mendapat gelar al−amin, yang dapat di percaya. Kalo di pikir−pikir kok ada ya manusia yang hampir mendekati sempurna sperti nabi Muhammad saw. Allah telah membimbingnya dan memilihnya sebagai panutan bagi ummat ini. Tentu saja Allah memilihkankan yang baik, kalau saja panutan yang Allah pilihkan seperti kita… waaah, kacau deh dunia! Hehe, tul ga?
Jadi kesimpulannya, kalo kamu masih berfikiran islam itu kuno dan nggak sesuai zaman, berarti kamu belum ngenalin islam. Coba deh baca−baca lagi buku keislamannya, jangan lupa tuk ikut MT (Majlis Ta’lim) yang ada di sekolahmu, gabung di rohis. Klo kamu dah ngenalin islam, di jamin deh kamu bakalan cinta mati sama islam.
2. Lingkungan yang Tidak Sejalan.
Mungkin kamu sudah mengenal islam, tapi masih tetap malu untuk mengenakan atribut islam. Baik itu secara tampilan ataupun prilaku. Keep istiqomah donk friends! Bila islam telah mendarah daging di diri kamu, kamu bakalan membelanya mati−matian untuk tetap berada di muka bumi ini.
Sebagai remaja, kitalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan islam. Akan berjayakah, atau malah terpuruk. Kalau hanya untuk menunjukan jati diri sebagai muslim saja masih malu, gimana mau dakwah?! Sedangkan dakwah itu membutuhkan pribadi muslim yang tangguh, punya prinsip dan gak gampang nyerah. Dakwah itu bukan hanya dengan lisan or tulisan aja guys, malah yang lebih efektif itu dakwah dengan tingkah laku. Karena secara langsung orang akan melihat tingkah laku perbuatan kita sendiri.
Wahai sahabat, islam akan terlihat indah manakala ummatnya sendiri berperangai indah. Dimanapun kamu berada, sejelek apapun lingkungan kamu, jadilah diri kamu sendiri gengan jati diri seorang muslim. Jangan segan untuk menunjukan bahwa kamu itu seorang muslim. Sesungguhnya penghargaan dari Allah lebih baik di bandingkan penghargaan manusia. Gak usah peduli orang mau nilai kamu apa. Toh yang kita cari dalam hidup ini adalah ridha−Nya. Dengan syarat kita tetap berpegang teguh pada tali islam dan berpedoman dengan Qur’an dan Sunnah. Dan… tetap hablu mina nass. Percaya deh dengan janji Allah, Allah tidak akan menyia−nyiakan hamba−Nya yang berserah diri pada−Nya, insya Allah akan selamat dunia akhirat. Jadilah yang berbeda di lingkungan yang tak sejalan itu. Yang beda, lebih keren lho…
So, be a teenager muslim lah!!!
Klo bukan kita yang ngebanggain islam, terus siapa lagi???
Surat buat Akhi 18 Desember 2008
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.5 comments
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Untuk Akhifillah
Dimanapun kau berada
Kutulis surat ini samata-mata atas dasar cinta karena Allah…
Mohon maaf atas kelancanganku telah berani menuliskan ini untukmu.
Namun aku ingin kau mengetahui, bahwa ada beberapa dari sifatmu yang tidak kami (para akhwat) sukai. Berbesar hatilah untuk mengetahuinya. Kami ingin kau terlihat baik dimata kami dan tentunya di mata Allah juga.
Akhi fillah…
Setiap kaum wanita merindukan sorang ikhwan yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Jangan kau sia−siakan waktu hidupmu dengan tujuan yang tidak jelas, tidak ada pegangan dan berlalu begitu saja dengan percuma. Ingatlah, bahwa laki−laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Berprinsiplah! Komitmenmu pada islam teguhkanlah. Bukankah kau telah mngkajinya tentang ini dalam majlis−majlis kajian Al−Qur’an yang biasa kau ikuti setiap bulannya. Di mana pengamalannya selama ini.
Akhi fillah…
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Oleh karenanya berlaku lembutlah terhadap perempuan. Ingatlkah engaku, dalam sebuah hadits, rasulullah memberitahukan bahwa sebaik−baik manusia adalah yang berlaku lembut terhadap wanita. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki, wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Sudahkah selama ini kau berlaku lembut terhadap perempuan. Adakah kau pernah menyakiti hati seorang perempuan..
Akhi fillah…
Hal selanjutnya yang tidak para akhwat sukai adalah kesombonganmu. Sombong adalah sifat setan laknat. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Perempuan adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan yang dimiliki perempuan. Jangan kira kekuasaanmu sebagai seorang laki−laki membuat dirimu menjadi sombong. Dengan sifat mengaturmu yang berlebihan, dan sifat tidak ingin di kalahkan oleh perempuan dalam hal apapun. Kami tau, bahwa ada batasan hak−hak antara perempuan dan laki−laki yang telah Allah tetapkan. Kami tidak menuntut emansipasi, tapi sadarlah wahai akhi, bahwa kau sering kali berlaku sombong di mata kami.
Akhi fillah…
Setiap akhwat sangat mendambakan seorang ikhwan yang mempunyai pendirian. Bukan ikhwan yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama dapat bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).
Akhifillah…
Kau adalah penopang kami. Dikala kami membutuhkan penguat dalam situasi kekufuran yang sedang menerjang ini tak pantas bila kau malah ikut gentar atau juga lemah. Akhwat ingin ikhwan yang tegar, bukan ikhwan yang cengeng. Dalam hal ini bukan cengeng menangis ketika mendengar ayat−ayat Allah dilantunkan. Itu adalah kelembutan hati. Tetapi cengeng yang gentar menghadapi tantangan yang ada di depan. Bagaimana kau akan memimpin kami bila kau sendiri bersifat lemah. Ikhwan yang cengeng cendrung nampak serba tidak meyakinkan.
Akhi…
Kututup surat ini sampai disini. Semoga kau bisa mengambil maksud dari kami menuliskan ini untukmu. Salam sejahtera untukmu selalu. Semoga Allah selalu memberi cahaya ilmu−Nya kepada kita semua. Dan semoga Allah selalu menangi kita dalam rahman dan rahim−Nya. Amin.
Saudarimu.
Arti Cinta dalam Islam 17 Desember 2008
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).
Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.
Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.
Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.
Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..
Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.
Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan
Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:
1) Iman yang kuat
2) Ikhlas dalam beramal
3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.
Sumber : barisonline.com
Kepada Ukhti yang Muslimah 28 November 2008
Posted by cahayakemuliaan in Uncategorized.add a comment
Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti jejak dan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.
Selanjutnya : saya menulis nasehat ini kepada setiap saudariku ukhti muslimah, yang telah rela menjadikan Allah sebagai Robbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai Rasul Allah.
Wahai saudariku.
Dari Anas Radiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam , beliau bersabda:
“Tidak beriman seseorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaq alaih).
Maka baris-baris sederhana ini sengaja ditulis untuk anda dari sesama saudara muslim yang bersaksi atas nama Allah bahwa ia sangat mencintai saudarinya sebagaimana cintanya kepada keluarga dan saudari-saudari muslimah lainnya.
Wahai saudariku, ukhti muslimah. Handaknya kita tahu dengan penuh keyakinan, bahwa kita tidak diciptakan main-main tanpa ada arti dan tidak pula dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggung- jawaban.
Allah Subhanahu wa ta’ala . berfirman:
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, Robb (yang memupunyai) Arsy yang mulia.” (Al-mu’minun: 115-116).
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (Al-Qiyamah:36).
Akan tetapi kita telah diciptakan oleh Allah pencipta alam yang indah ini, untuk suatu tujuan yang agung, sebagimana firmanNya:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu.” (Az-Zariyat: 56).
Allah juga telah menerangkan kepada kita tentang ibadah tersebut dengan pengertiannya yang meliputi seluruh aspek kehidupan melalui para Rasul ‘Alaihimussalam sebagaimana firmanNya:
“Sesunggunhya Kami telah mengutus para Rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat malaksanakan keadilan.” (Al-Hadid: 25).
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap ummat ( untuk menyerukan ) ‘sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut.” (an-Nahl: 36).
Dan Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan kepada kita ni’mat dengan mengutus Muhammad bin Abdullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai Nabi terahir dan Rasul yang diutus untuk seluruh ummat manusia.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah (Rasulullah) dan panutup para Nabi.” (Al-Ahzab : 40).
“Katakanlah : ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Robb (yang berhak disembah) selain Dia, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasulnya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatnya (kitab-kitabnya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (Al-A’raf:158).
Maka segala puji bagi Allah atas nikmat Islam.
Wahai saudariku, ketahuilah –semoga Allah memberi taufiq kepada anda untuk setiap kebaikan- bahwa Islam telah mengatur kehidupan seorang muslim dan muslimah sesuai dengan sistem yang datang dari pencipta alam ini, yang Maha Tinggi dan Maha suci, yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Untuk itu, saya wasiatkan agar anda berpegang teguh pada ajaran-ajaran agama Islam ini, baik yang kecil maupun yang besar, di setiap waktu dan tempat, dan hendaknya Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjadi sinar penerang yang menerangi jalan anda. Semoga Allah menjaga dan memelihara anda.
Wahai saudariku, ketahuilah – semoga Allah menjaga anda- bahwa kebahagiaan di dunia dan di akhirat tergantung pada pelaksanaan syari’at Allah Subhanahu wa ta’ala dalam kehidupan kita.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka sesungguhnya kami akan berikam kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya kami akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl:97)
Dan berhati-hatilah dari pengaruh kebatilan setan dari (golongan_ manusia dan (golongan) jin, yang sudah dimake up sedemikian rupa oleh mereka, karena mereka sangat berbahaya. Pencipta anda dan pencipta alam semesta ini telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari (jenis) manusia dan (jenis) jin, sebagian mereka membisikkan lepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112).
“Dan demikian juga, telah Kami jadikan untuk setiap Nabi musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Robbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (Al-Furqan: 31).
Wahai saudariku, berbekallah dengan ilmu agama dari kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Usahakan agar dapat menghafal Kitabullah atau semampu yang dapat anda hafalkan. Belajarlah rukun-rukun iman, rukun-rukun Islam, dan ihsan. Praktekakanlah semua itu dalam kehidupan nyata anda, jadilah anda –semoga Allah memberi taufiq kepada anda untuk setiap apa yang dicintai dan diridhaiNya- suri tauladan yang baik bagi keluarga dan saudari-saudari anda yang lain, yang muslimah.
Wahai saudariku, pelajari dan laksanakanlah hadits berikut ini; Dari Umar bin Khattab Radiyallahu ‘anhu berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pada suatu hari tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian putih sekali dan rambut hitam pekat, tidak tampak padanya bekas perjalanan jauh dan tak seorangpun diantara kita yang mengenalnya, sampai duduk dekat beliau kemudian menyandarkan kedua lututnya pada lutut beliau dan berkata: “Hai Muhammad, beritahu aku tentang Islam, Rasulullah menjawab : Islam adalah hendaklah engkau bersaksi bahwa tiada Robb (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, dan hendaklah engkau menunaikan haji ke baitullah jika engkau mampu melaksanakan perjalanan ke sana. Ia berkata : ‘engkau benar.’ Kami semua heran kepadanya, karena dia bertanya pada beliau dan membenarkannya. Kemudian ia bertanya: ‘Beritahu aku tentang iman’. Beliau menjawab: “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, Malikat-malaikatnya, Kitab-kitabnya, Rasul-rasulnya, Hari kemudian, dan hendaklah engkau beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk.’ Ia berkata : ‘engkau benar.’ Kemudian ia bertanya lagi: ‘beritahu aku tentang ihsan.’ Beliau menjawab : ‘hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihat engkau.’ Tanyanya lagi : ‘beritahu aku tentang hari kiamat.’ Beliau menjawab : ‘yang ditanya tidak lebih tahu tentangnya daripada yang menanya.’ Tanyanya lagi : ‘beritahu aku tentang tanda-tandanya (kiamat).’ Beliau menjawab : ‘Apabila seorang budak perempuan malahirkan tuannya, dan apabila engkau melihat orang-orang yang tanpa sandal dan tanpa pakaian, pengembala kambing berlomba membangun gedung-gedung mewah.’ Kemudian orang tersebut pergi dan saya diam lama sekali, lalu beliau bertanya : ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi? Aku menjawab: ‘Allah dan Rasulnya lebih tahu.’ Beliau mejawab: ‘Dia adalah Jibril telah datang kepadamu untuk mengajarkan agamamu kepadamu.” (riwayat Muslim).
Wahai saudariku, hayatilah ayat-ayat berikut ini. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Maka Robb Mereka memperkenankan permohonan mereka (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain,” (Ali Imran: 195).
“Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Robbnya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu- pintunya telah terbuka dan berkatalah penjaga-penjaganya : “ Kesejahteraan (dilimpahkan) kepada kalian, berbahagialah kalian. Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-janjiNya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga dimana saja yang kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi arang-orang yang beramal. (Az-zumar: 73-74).
“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Robbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, itulah karunia Allah diberikannya kepada siapapun yang dikehendakinya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-hadid: 21).
Wahai saudariku, dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata: “suatu hari aku diboncengkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, kemudian beliau bersabda: ‘Hai anak kecil, aku akan mengajarkan pada kamu beberapa kata; jagalah Allah, tentu Dia akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau mendapatkanNya di depamnu. Jika engkau minta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilh, jika ummat berkumpul agar dapat memberi sesuatu manfaat kepadamu tak akan dapat memberimu suatu manfaat kecuali yang telah dituliskan Allah untukmu, dan jika mereka berkumpul untuk mendatangkan suatu madharat kepadamu, mereka tidak akan mampu mendatangkan suatu madharat kapadamu kecuali yang telah dituliskan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (riwayat Tirmizi, dan katanya: hadits hasan shahih).
Wahai saudariku, jagalah – semoga Allah memberi taufiq pada anda- shalat anda.
Allah berfirman:
“Dan sesunggunhya shalat itu mencegah perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (al-‘Ankabut: 45).
Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu berkata : aku mendengar Rasululah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Tahukah engkau jika di depan rumah seseorang di antara kamu ada sungai dan ia mandi di sungai tersebut setiap hari lima kali, adakah kotoran yang tersisa padanya? Para sahabat menjawab : tentu tidak akan tersisa suatu kotoranpun padanya. Kemudian beliau bersabda : “Maka seperti itulah shalat lima waktu, Allah menghapuskan dosa-dosa dengannya.” (Muttafaq alaih).
Keluarkanlah zakat, berpuasalah pada bulan Ramadhan, dan tunaikanlah haji ke Baitul Haram jika dapat melakukan perjalanan ke sana. Semoga Allah memimpin anda. Sesungguhnya Allah adalah pemimpin orang-orang yang beriman.
Wahai saudariku. Hiasilah diri anda dengan akhlak yang mulia, seperti : jujur, amanah, rasa malu, rendah hati dan sabar. Hendaklah akhlak anda adalah Al-Qur’an. Hendaknya anda melakukan silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua, karena keduanya mempunyai hak yang besar terhadap anda.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak.” (An-nisa’ : 36).
Hindarilah tingkah laku yang tidak baik, seperti : sombong, aniaya, bohong atau berdusta, ghibah, namimah, hasud, menipu, dan lain sebagainya.
Wahai saudariku, Tetaplah berpegang dengan pakaian hijab yang telah disyariatkan dengan sempurna, dan berbanggalah dengan pakaian tersebut, dan janganlah anda tertipu oleh kesalahpahaman dan hawa nafsu yang ditiupkan oleh musuh-musuh Islam, karena anda adalah seorang muslimah yang berserah diri kepada Allah Robb sekalian alam, Pencipta alam semesta ini.
Dia telah memerintahkan anda dengan firmannya :
“Hai Nabi, katakanlah kepada para isterimu, puteri-puterimu, para isteri orang-orang mu’min : hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak digangu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab:59).
Wahai sudariku, Hati-hati dan hindarilah pergaulan dengan kaum lelaki di mana saja, karena dalam kehati-hatian tersebut terdapat penjagaan dan penghormatan terhadap diri anda. Dengarlah firman Sang Pencipta yang menciptakan anda :
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dulu.” (al-Ahzab : 33).
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Tidak boleh seorang laki-laki bersama seorang perempuan kecuali si perempuan tersebut bersama mahramya. Dan seorang perempuan tidak boleh bepergian kecuali bersama dengan mahramnya. Kemudian seseorang bertanya kepada beliau : “Wahai Rasulullah, isteriku akan pergi haji sedang aku telah mendaftarkan diri untuk perang ini dan itu?” Beliau menjawab : “Pergilah dan berjihadlah bersama isterimu.” (Muttafaqun alaih).
Wahai saudariku, Hati-hatilah –semoga Allah menjaga anda dari semua kejelekan- dari segala sarana kerusakan dan kejahatan, seperti : meniru-niru orang kafir dan menyerupai mereka, membaca majalah-majalah murahan yang penuh dengan bisa dan racun. Jagalah pendengaran dan penglihatan anda dari segala sesuatu yang dilarang. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (al-Isra’: 36).
Hendaknya penampilan dan pakaian anda yang Islami, jauh sama sekali dari apa yang dipromosikan oleh musuh-musuh Islam melalui majallah-majalah mode yang murahan. Kerena anda, demi Allah, lebih mulia dan lebih agung dari bekas-bekas jahiliyah yang dipromosikan oleh penganjur-penganjur kerusakan di setiap tempat dan waktu.
Wahai saudariku, Usahakan anda bergaul dengan saudari-saudari yang shalehah. Hati-hatilah anda dari pergaulan dengan wanita yang menyimpang dari jalan Allah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang jelek adalah seperti pembawa minyak wangi misk dan peniup ububan (pande besi). Pembawa minyak wangi mungkin akan memberikan anda sebagian minyak tersebut atau anda membeli sebagiannya, atau mungkin anda akan mendapatkan bau harum darinya. Sedang peniup ububan (pande besi) mungkin akan membakar pakaian anda, atau mungkin anda akan mendapatkan bau tidak sedap darinya.” (muttafaq alaih).
Wahai saudariku, Jadilah anda da’iyah ke jalan Allah di antara keluarga dan saudari-saudari anda yang muslimah lainnya, dengan penuh bijaksana dan nasehat yang baik.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Serulah (manusia) ke jalan Robbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125).
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (AtTaubah: 71).
Wahai saudariku, Hendaknya para isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat Radiyallahu ‘anhum. menjadi teladan bagi anda dalam mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam agar mereka menjadi–dengan pertolongan Allah- model hidup untuk setiap orang muslim yang menganjurkan ke jalan Allah dengan ilmu pengetahuan.
Wahai saudariku, Saya mewasiatkan agar anda mempunyai rasa malu, karena rasa malu termasuk bagian dari iman.
Dari Imran bin Hushain Radiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Malu tidak membawa kecuali kebaikan.” (muttafaq alaih).
“Malu itu baik semuanya” atau “Malu itu semuanya baik.” (riwayat muslim).
Dari Abu Said Al-Khudri Radiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam lebih pemalu dari para gadis dalam pingitannya, jika melihat sesuatu yang dibencinya kita dapat melihat dari wajah beliau.” (muttafaq alaih).
Wahai saudariku, Bergembiralah dengan kebaikan yang akan datang kepada anda dengan izin Allah.
Hayati firman Allah berikut :
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menjadikan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35).
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjaga anda dengan penjagaannya, menumbuhkan anda menjadi tumbuhan yang baik, dan memjadikan anda sebagi puteri yang shalehah, saudari yang shalehah, ibu yang shalehah, dan memberi anda kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Robbku Maha dekat, Maha mengabulkan dan mendengarkan do’a.
dari buku “Beberapa Nasehat Untuk Keluarga Muslim”. Karya Yusuf Bin Abdullah At-Turki)
www.salafy.or.id